Kemarin sore sepulang dari rapat di Sidoarjo, aku dan dua rekan kerjaku ngobrolin soal liburan kantor. Banyak yang kami bahas, mulai destinasi, terus makanan khas di setiap tempat, sampai warga lokalnya di sana. Ngomongin soal liburan, atau tempat-tempat yang emang worth to visit, selalu membuat aku semangat. Ngomongin doang padahal, belom beneran pergi ke sana.
“Atau kalau nggak ya ke banyuwangi, mbak.” kata salah satu rekan setelah kami ngebahas destinasi di bagian timur Indonesia.
“Wah, mau deh pak saya kalau diajak ke banyuwangi lagi. Bagus loh.” sahutku. Jadilah kami ngobrolin apa aja yang ada di banyuwangi, lalu aku cerita soal aku ngetrip ke banyuwangi.
“Sampai banyuwangi kotanya, mbak?”
“Iya pak, kalau ke menjangan kan, ngelewatin kota kan, pak?”
“Iya. Loh, sudah sampai menjangan? Waahh hebat-hebaatt.”
Padahal Pulau Menjangan secara administrasi termasuk wilayah Pulau Bali. Tapi mungkin karena deket, jadilah setiap brosur trip banyuwangi yang aku lihat, selalu menyertakan pulau menjangan sebagai destinasi.
Inget banget waktu sebelum berangkat ngetrip, aku ngomong ke diah, “Eh, di, ntar kita ke menjangan loohh.”
“ngetripnya ke sana juga?”
“iyee, baliii…”
“lah? Menjangan masuk bali?”
“iyeeeee.”
“asiikk ke baliii.”
WKWKWKWKWKWK























