Alpha T. - by Dyan Eka
Powered by Blogger.
  • Home
  • About
  • What’s On
    • EXO’luxion
    • Fiction
    • I am an Engineer
    • I was Here
    • Random Thought
    • Review
  • Hit Me
    • ASKfm
    • Facebook
    • Goodreads
    • Google+
    • Instagram
Waktu itu pas belom puasaan aku dan teman-teman hitz lainnya ngobrol-ngobrol lucu, nggak tahu deh tempatnya dimana, aku lupa. Yang dibahas nggak jauh-jauhlah ya dari isi curahan hati para wanita single kalo lagi kumpul. Dan dari sekian banyak topik yang dibahas, sampailah kita pada topik ini:
“Aku kok udah nyaman banget ya di Malang.”
“Iya aku juga, disini enak.”
“Aku pengen cepet-cepet lulus, tapi nggak pengen cepet-cepet ninggalin Malang.”
“Iya aku juga.”
“Nggak rame bangetlah ya kayak Surabaya, disini cari apa aja juga gampang.”
“Iya.”
Ya silahkan berspekulasi sendiri siapa aja yang ngomong begitu apalagi yang sukanya bilang ‘iya aku juga’.

Setelah sekian lama topik obrolan itu tertinggal di belakang, kemarin muncul pertanyaan di ask.fm.
Sekarang emang lumayan suka bukain ask ya, dikit-dikit scrolling bacain shortfic, terus ketawa-ketawa, kadang baper abis baca, kadang suka aneh sama anon-anon yang…ya…gimana yaa…..
Tapi bagiku ask tempatnya bacain shortfic, lol.


Kemarin waktu tidur siang, entah kenapa aku bermimpi seperti ini:

Aku sama lintang duduk berdua di depan ruang recording. Cuma kita berdua disana, yang lain nggak tahu kemana. Lintang nemenin aku nunggu mami Dian.
“Eh, udah jam 4 ini tang, pulang aja ah.” Kita udah siap-siap pulang, kemudian mami muncul menaiki tangga.
“Dyan mau asistensi ya?” tanya mami langsung. Akhirnya aku nggak jadi pulang, malah asistensi.
Di tengah-tengah asistensi, hp mami bunyi. Aku dengerin sejenak, kayaknya sering denger ini lagu dari hpnya mami, baru sadar itu lagu growl -__-
“Duh, saya nggak suka lagu mereka yang ini.” aku cuma diem. “Nah, saya lebih suka lagu yang ini.” beliau ganti lagunya jadi yang don’t go.
Jadilah asistensi sambil dengerin don’t go -________-

Iya, ini mimpi efek dari nungguin mami tapi beliau nggak bisa-bisa ngasih waktu buat asistensi, terlalu banyak mahasiswa yang ditangani. Mahasiswa yang majuin tubes hidrologi, SRB, PKN, skripsi juga. Ah, tubes……tugas yang pasti akan selesai pada waktunya, pasti.
Tapi ya korelasinya sama lagu exo di mimpi itu entahlah aku juga nggak tahu. Mungkin pikiranku lagi dipenuhi exo..exo…exo… jadi misal dipersentasikan, pikiranku kayaknya 10% skripsi 90% exo.
2 minggu sebelum;
“Aku kok lama ya nggak maen ke pantai? Terakhir November kemarin.”

1 minggu sebelum;
“Ini kamu kurang ngitung apa dyan?”
“Itu bu, tipe fishway kurang 1 sama penurunan hidrolis.”
“Minggu depan maju lagi ya.”
“Iya bu.”

Aku hampir aja beneran nggak ikut maen ke pantai sama temen-temen, karena sebuah alasan yang yah sebenernya sepele, tapi mampu menghilangkan rasa bahagia. Nggak ding, ini nggak sepele, ini kalo aku beneran masuk perangkap tikus, liburanku bakal jauh dari kata bahagia, bawaannya pasti badmood.
Tapi setelah mempertimbangkan pengalaman maen ke balekambang motoran sendiri, akhirnya aku jadi ikut, dan ini menjadi pengalaman kedua maen ke pantai nyetir motor sendiri. Percayalah, ini jauh lebih baik daripada aku harus ikut tapi badmood sepanjang jalan.

ne sehun-aaahhh~ \ o/


I do believe all the love you give
All of the things you do
Love you, love you…..

Ia telah duduk di kursinya, lalu menoleh sekilas ke samping. Dilihatnya dia tengah mempersiapkan gitarnya. Beberapa detik tatapannya tak lepas dari wajah itu. Dadanya selalu terasa sesak saat melihat kearahnya, memandangnya, berbicara dengannya, tapi ia selalu mengulangnya. Seolah itu candu.
Ia menunduk sembari menjilat bibir bawahnya, sedari dulu berinteraksi dengannya selalu candu. Jauh sebelum rasa bahagia berganti menjadi rasa yang tidak menyenangkan.

I’ll keep you safe, don’t you worry
I wouldn’t leave, wanna keep you near

Sebenernya ke jogja ini cuma mampir doang. Numpang lewat. Tujuan di jogja ini cuma 3 lokasi. Tapi secara teknis 2 lokasi. Pantai glagah sama malioboro.
Jum’at, 17 april 2015, sepanjang jalan menuju pantai glagah ini mood kayak udah buruk banget gegara terik matahari lewat jendela bis. Men, 09.30 itu udah bukan sinar matahari pagi yang sehat lagi, men.
Untunglah ya moodku terselamatkan dengan adanya permainan uno. Bodo amat udah sama yang haus akan sinar matahari pagi yang sehat. Aku maen uno sama temen-temenku yang lain.

Jam 11.00 kita sampai di pantai gelagah. Itu udah panas banget. Siang-siang ke pantai rasanya kayak menumbalkan kulit. Tapi ya udah nyampek sana kan sayang banget kalo misal nggak menikmati pemandangan laut selatan yang disuguhkan.

Di pantai glagah ini banyak tetrapod-tetrapod yang diatur sedemikian rupa buat mengurangi efek dari gelombang yang emang besar banget. Temen-temenku bahkan ada yang keguyur ombak pas mau foto. Untung fotonya dapet, dan kayaknya bagus, tapi ya itu, korban baju basah. Nggak apalah ya tapi, demi foto yang epic.


Besok paginya, kamis, 16 April 2015 temen-temen yang serumah di flamboyan 3 belajar dari pengalaman pagi kemarin. Nggak bangun pagi-pagi. Apalagi acara hari ini emang free liburan, bukan ke tempat seperti kemarin-kemarin. Dan mulai hari ini juga dosen nggak ngikutin kemana kita pergi. Para dosen balik duluan ke Malang.

Sekitar pukul 07.00 barulah satu per satu dari kita udah siap ke hall yang semalem. Bukan ke hallnya ding, tapi di bawahnya, tempat sarapan. Jam segitu ternyata para cowok penghuni rumah sebelah belum pada bangun semua. Bahkan ada yang dibangunin pake toa. Heol -____-
Jadilah kita keluar dari penginapan jatiluhur itu matahari udah cukup tinggi.
Aku juga baru sadar waktu pagi. Ternyata di sekitar bungalow-bungalow itu ada cukup banyak sangkar hewan. Isinya hewan yang lucu-lucu. Mulai burung sampek luhan (re: rusa)
Suasananya enak banget buat leha-leha seharian.

pejuang flamboyan 3
rempong banget ini ciwi-ciwi mau foto
eak akhirnya foto eak
bendungan jatiluhur di pagi hari dari flamboyan 3

Newer Posts Older Posts Home

The Alpha Post

[not a simple happiness] hazy dream

Instagram

Book I Have Read

I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki
A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus menjadi Feminis
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek
Proyek Maut
Hai, Miiko! 32
Another II
Another I
Absolute Justice
Murder at Shijinso
Memory of Glass
The Travelling Cat Chronicles
Confessions
Buku Harian Pangeran Kegelapan
The Feminist Minds: Two Years of Collected Essays from Magdalene
Love Letters from a Father
Shandya's Sententia
Kim Jiyoung, Born 1982
#Dear Tomorrow: Notes to My Future Self


Dyan Eka's favorite books »

Popular Posts

  • [The Eastest Java] I Am a Pro This Time
  • [Pucuk Ndunyo - fin] All You Can See
  • Hold It Tight
  • Melancong ke Blitar
  • [not a simple happiness] willingness

Blog Archive

  • ▼  2020 (3)
    • ▼  November (1)
      • Found Me
    • ►  September (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2018 (12)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (11)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2016 (12)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (5)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
  • ►  2014 (15)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2012 (12)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  December (2)

Lucky Number

Copyright © 2016 Alpha T. - by Dyan Eka. Created by OddThemes