Don't care if my whole body feel so exhausted, I was just too excited to meet you...
Kemarin pas tes kerja kan ditanya kelebihannya apa, lalu;
"Jujur"
"Contohnya?"
"Salah satunya saya akan ngerasa nggak enak kalo nggak cerita apapun ke ibu saya"
Jadilah, seminggu sebelum berangkat aku bilang ke ortu kalo aku berangkat sendiri. My mom took a deep sigh. "Nekat kamu mbak"
Fyi, aku tau banget ortuku ga bakal cabut ijin begitu aja wkwkwk. Ini ya cuma biar pas berangkat kerasa plong aja, nggak ada yg ditutupin. Karena aku percaya hal itu mempengaruhi keselamatanku nanti.
Tbh, aku juga agak khawatir ya. Berangkat sendiri, hanya bermodalkan itinerary buat nyampek kawasan BSD, tapi ya nekat aja nggak apa. Fansite masternim aja berani gituloh ngikutin para oppa sekalipun ke luar negeri yg notabenenya di luar zona mereka, masa aku nggak?
Awal yang rencana berangkat tanggal 26, dimajuin jadi 25.
"25 aja mbak berangkat" kata ayah
"Iya" pergi deh ke stasiun nuker tiket. Karena aku beli udah jauh-jauh hari banget.
"Harusnya pulangnya naik pesawat aja mbak"
"Beh, uang siape??"
"Nggak bilang, ayah belikan"
Nooo, pleaselah ini aku mau sebisa mungkin nggak minta apapun.
"Keretamu apa mbak? Bisnis apa eksekutif?"
"Ekonomi"
"Ya ampun mbak, ganti gih"
Still no. Ada sih, buat beli tiket pesawat atau kereta yg bagus, tapi seketika tabunganku bakal ludes tak bersisa. Berangkat ini tuh kudu dipikir juga efek kedepan gimana. Mana pas tengah februari aku mau jadi calon pengangguran, proyek alabio kelar.


















